Baca Juga

Sebuah surat terbuka dituliskan mantan petinju nasional, Chris John. Mantan juara tinju dunia itu mengecam aksi teror bom dan penembakan di kawasan Thamrin, Jakarta.

200168_chris-john-gelar-latihan-terbuka_665_374
Photo :VIVAnews/Fernando Randy

Aksi teror mengerikan itu terjadi Kamis, 14 Januari 2016, lalu yang menewaskan 8 orang dan 34 orang lain alami luka-luka.

Tindakan biadab ini langsung menimbulkan kecaman dari berbagai elemen masyarakat. Tak terkecuali dari para atlet, salah satunya Chris John. Lewat surat terbuka di media sosial, Chris John menyampaikan perasaan murka terhadap para teroris.
Berikut surat terbuka tulisan mantan juara dunia kelas bulu WBA tersebut 
"Surat terbuka untuk tuan teroris di mana pun kalian berada.
Maaf tak mengucapkan salam, karena aku tidak tahu apa agamamu dan apa yang kau percayai.
Kitab apa yang kau baca hingga kau merasa paling benar, kitab mana yang mengajarkan membunuh orang di luar peperangan?
Pemimpin mana yang kau ikuti hingga langkah yang kau ambil melampaui ajaran para Nabi? Ibu mana yang melahirkanmu hingga mati rasa belas kasihmu?
Ayah mana yang membimbingmu sehingga rasa ketakutan yang kau cipta dalam aksimu?
Makanan apa yang mengalir ke tubuhmu sehingga kau merasa terpilih sebagai mesin pencabut nyawa? 
Pakaian apa yang kau pakai hingga kau merasa gagah, tak tersentuh neraka? 
Kalau kau pikir tindakanmu akan mencapai mimpimu, maka akan jauh dari itu tumpuan kebencian terarah pada kelompokmu.
Bagaimana mimpimu membangun peradaban tanpa ada simpati dari manusia?
Alih-alih menegakan kebenaran yang lahir justru antipati.. ketakutan.. makin lama generasi ini makin jauh dari agama.. Takut dengan agama, saat itu tiba, kau ikut bertanggung jawab mengatheiskan dunia ini.
Pasti kamu bukan representasi Islam, pasti juga bukan representasi Nasrani, Hindu, Budha.
Agama yang kutahu mengajarkan cinta kasih sesama manusia, kelembutan, kesabaran. Sembah pada Tuhan seharusnya menghindarkan perbuatan keji dan munkar.
Boradcast sebanyak-banyaknya surat terbuka untuk teroris ini ke semua grup yang Anda gabung, setidaknya teroris berkurang satu. 
Salan Perang Lawan Teroris
Indonesiaku Jaya
NKRI Harga Mati"

Baca Juga

32231511_603051030067427_6509140275594526720_n
Sniper atas nama Serka Timur (Kopassus) dan Serka Novian dari (Yonif Para Raider 503 Kostrad) mendapat penghargaan ‘One Shoot Two Kills’ sebagai petembak yang mampu menembak 2 sasaran dengan 1 peluru pada Minggu (6 Mei 2018) di Australia.
Rekor ini pacah oleh prajurit TNI AD dalam rangka mengikuti lomba tembak internasional Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2018 di Australia saat ini.
Menurut laporan dan pantaun yang memasuki hari ke-8, Tim TNI AD akan melaksankan kegiatan, menembak Sniper Match 209, Melaksanakan menembak LSW Match 45 dan 60, menembak Pistol Match 33 dan 34 serta melaksankan briefing lomba (Captain Brief).
Dalam pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksankan ada hal-hal menonjol yang sangat muskil dilakukan oleh penembak manapun.
Dua petembak Indonesia memcahkan rekor yaitu petembak Sniper atas nama Serka Timur (Kopassus) dan Serka Novian dari (Yonif Para Raider 503 Kostrad) mendapat penghargaan ‘One Shoot Two Kills’ sebagai petembak yang mampu menembak 2 sasaran dengan 1 peluru.
Kemudian hal yang menonjol lain dalam hari ke-8 pelaksanaan menembak masih hasil sementara empat (4) orang petembak Senapan mendapat nilai tertinggi dengan score penuh match 12 (Perkur).
Sampai hari kedelapan kejuaran AASAM berlangsung, TNI AD masih berada dipuncak klasmen sementara dengan perolehan medali sebagai berikut:
32187334_603050890067441_6733998057106440192_n


  1. Indonesia : 10 Emas, 11 Perak, 3 Perunggu
  2. Amerika Serikat dg senjata terbaru dan modernnya : 4 Emas, 3 Perak
  3. Malaysia : 4 Emas ,2 Perak
  4. Jepang : 3 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu
  5. Australia : 3 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu
  6. New Zealand : 1 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu
  7. Filipina : 1 Emas, 2 Perunggu
  8. Thailand : 1 Emas
  9. Singapura : 1 Perak, 1 Perunggu
  10. UEA : 1 Perak
  11. Inggris : 2 Perunggu
  12. Korea : 1 Perunggu
dst. s.d. 18
TNI AD masih divavoritkan sebagai yang terbaik dan dapat konsisten dalam membangun diri menjadi tentara modern yang profesional yang tangguh dan patut dibanggakan oleh rakyat, bangsa dan negaranya, sebagaimana dikutip dari laman Kumparan(08/ 05).
Editor : (D.E.S)

Baca Juga

Pics_Art_05-11-01.12.04_1
Sidoarjo - Tersangka Samsul warga Desa Mojorejo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro dijebloskan ke dalam tahanan Polresta Sidoarjo. Pria 36 tahun ini, ditahan lantaran menganiaya, Ardiansyah Harahap warga Perum Mutiara Citra Graha Blok H1 Nomor 30, Kecamatan Candi, Sidoarjo.
Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, sebuah per yang diduga bekas senpi, HP Samsung Note 4 warna Gold dalam kondisi rusak berat dan pecah serta hasil visum et repertum atas nama Ardiansyah Harahap.
"Nilai hutangnya Rp 60 juta. Tapi korban sudah menjaminkan satu unit mobil Suzuki APV. Tapi, saat menagih justru dibarengi kekerasan dan penganiayaan," terang Kasat Reskrim, Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris kepada republikjatim.com, Jumat (11/05/2018).
Lebih jauh Harris menceritakan awalnya tersangka dan rekannya L menagih hutang ke istri korban dengan datang ke rumah korban. Saat itu tersangka ditemui korban. Karena tersangka dan rekannya menunggu terlalu lama, akhirnya tersangka bicara dengan nada tinggi. "Korban pun membalas dengan bicara bernada tinggi. Hingga membuat tersangka emosi dan menarik kerah korban. Seketika korban dipukul tersangka dan temannya L menodongkan pistol," imbuhnya.
Bahkan L sempat memukulkan gagang pistol ke wajah korban. Kemudian tersangka mendorong korban hingga terjatuh.
"Korban mengalami luka sesuai hasil visum dan HP korban yang direbut tersangka dan sempat dibanting hancur dan retak-retak. Karena menenukan pir senpi dan terluka korban melaporkan kasus penganiayaan ini ke polisi," tegasnya.
Dalam perkara ini, tersangka Samsul dijerat pasal 170 KUHP dan atau pasal 406 KUHP tentang Pengeroyokan dan Perusakan. Ancaman hukumanya 5 tahun penjara.
"Kami tak ingin ada aksi premanisme. Yang dilakukan tersangka dan rekannya ini premanisme mirip debt collector. Meski hutang ini bersifat pribadi dan saling mengenal sama-sama punya usaha konter HP," ungkapnya.
Sementara tersangka Samsul mengaku sebelumnya, korban sudah pernah berhutang kepadanya. Namun pembayarannya lancar tidak seperti hutang yang terakhir ini.
"Ya jatuh tempo hutang ini setahun," tandasnya. Waw

Baca Juga

Letusan Gunung Merapi yang terjadi pada Jumat (11/5/2018) pagi disertai dengan suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat dan tinggi kolom 5.500 meter dari puncak kawah.
Dilansir tim Stipoku.com di Kompas, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroh menjelaskan, Gunung Merapi yang terletak di Kabupaten Klaten, Megelang, Boyolali dan Sleman itu saat meletus melontarkan abu vulkanik, pasir dan material piroklatik.
"Letusan berlangsung tiba-tiba. Jenis letusan adalah letusan freatik yang terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi," kata Sutopo melalui rilis.


Dia memastikan, jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunung api aktif. Biasanya letusan hanya berlangsung sesaat.
Gunung Merapi sebelumnya pernah terjadi letusan freatik. "Status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (level I) dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah.
PVMBG tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik," tandasnya.
Sutopo mengimbau masyarakat tetap tenang. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa akibat letusan itu. BPBD dan aparat masih melakukan pemantauan.
BPBD Sleman telah menginstruksikan masyarakat yang tinggal dalam radius 5 km seperti daerah Kinahrejo mengungsi ke bawah di barak pengungsi.
"Masyarakat merespons dengan evakuasi mandiri ke tempat yang aman," kata Sutopo. 
Para pendaki gunung Merapi juga diimbau mengikuti rekomendasi dan tidak memaksakan diri mendekati puncak kawah.
Berdasarkan laporan sementara, terdapat sekitar 120 orang yang mendaki dan mendekati Pasar Bubrah. Kondisinya semua selamat.
Dilansir dari Viva.co.id, sebuah pendaki merekam detikdetik terjadinya gunung merapi meletus.
Terlihat dalam video yang viral, tampak beberapa pendaki sedang beristirahat dan memasak.
Tiba-tiba terjadi letusan dan terlihat asap membumbung tinggi keluar dari kawah Gunung Merapi. "Erupsi," teriak salah satu pendaki.
Terdengar beberapa pendaki langsung lari dari tempat tersebut sementara beberapa orang lain berlindung.
Hujan abu diperkirakan turun di sekitar Gunung Merapi khususnya di bagian selatan dan tergantung dari arah angin.
Dilaporkan hujan abu vulkanik terjafi di Tugu Kaliurang Sleman Yogyakarta.
Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPPTKG PVMBG dan BPBD.

Baca Juga

IMG-20180511-_WA0012-600x375-600x330
Gunung Merapi yang terletak di Kabupaten Klaten, Magelang, Boyolali dan Sleman, meletus freatik pagi ini,  Jumat (11/5/2018), sekitar pukul 07.30 Wib.
 Di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, erupsi dengan mengeluarkan asap tebal yang membumbung ke udara.
Pada saat itu, masyarakat di lereng Merapi sempat mendengar suara gemuruh sebelum Merapi mengeluarkan asap erupsi.
Sementara itu, guguran material vulkanik Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, juga terjadi sekitar pukul 07.30 Wib.
Saat itu, warga sempat panik karena Gunung Merapi sudah mulai erupsi.
"Warga di sini sempat panik, tetapi sekarang sudah reda, tapi masih waspada," kata salah satu warga Desa Ngargomulyo, Kabupaten Magetan.
BPBD Kabupaten Magetan menjelaskan bahwa itu letusan freatik Gunung Merapi, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Warga juga diimbau untuk menjauhi radius 3 km dari puncak merapi.
Sumber: Antara
Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini